Nama Muhammad Sapri Andi Pamulu, Ph.D. kembali menjadi perbincangan di kalangan alumni teknik Universitas Hasanuddin.
Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik (IKATEK) Unhas periode 2024–2028 itu resmi dipercaya mengemban amanah baru sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Prima Logistik Bulog (JPLogistics), anak perusahaan Perum Bulog yang bergerak di bidang freight forwarding, pergudangan, project shipment, serta jasa angkutan dan logistik.
Ucapan selamat mengalir dari organisasi alumni yang ia pimpin. Melalui pernyataan resmi, Ketua Harian IKATEK Unhas, Ir. Anwar Mattawape, S.T., MBA, menyampaikan harapan agar amanah tersebut membawa keberkahan dan kontribusi terbaik bagi kemajuan perusahaan, masyarakat, dan bangsa.
“Teruslah berkarya, berinovasi, dan menginspirasi,” demikian pesan yang disampaikan pengurus IKATEK Unhas kepada sosok yang akrab disapa Sapri itu.
Anak Bone yang Merantau Jauh
Sapri lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 20 April 1968. Ia tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai integritas dan kehormatan — sebuah warisan kultural yang tersambung hingga garis keturunan bangsawan Bone, khususnya trah Raja Bone ke-16, La Patau Matanna Tikka. Garis inilah yang kelak menuntunnya memimpin sebuah perkumpulan kekerabatan berskala nasional.
Seluruh pendidikan dasar dan menengahnya ia tuntaskan di kota kelahiran: SDN 11 Watampone, SMPN 1 Watampone, hingga SMAN 1 Watampone. Bibit kepemimpinannya sudah terlihat sejak bangku sekolah, ketika ia dipercaya sebagai Ketua OSIS pada 1986.
Setahun berselang, ia merantau ke Makassar dan masuk Jurusan Teknik Sipil Universitas Hasanuddin angkatan 1987. Di kampus merah itu, Sapri dikenal sebagai aktivis yang produktif dan mumpuni.
Ia pernah menjabat Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Sipil, Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Unhas 1990–1991, sekaligus Koordinator Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil se-Indonesia (FKMTSI). Ia juga menggagas surat kabar mahasiswa Channel 9 dan aktif mengelola divisi usaha penerbitan kampus identitas.

Dua Gelar dari Australia
Dahaga akademiknya membawa Sapri ke Australia. Di Victoria University, Melbourne, ia meraih gelar Master of Engineering in Project Management dan tercatat sebagai peraih nilai tertinggi untuk sejumlah mata kuliah , antara lain Major Project Award, CMR Consultant Award, dan Multiplex Construction Award.
Puncaknya, ia menyelesaikan program doktoral di Queensland University of Technology (QUT), Brisbane, pada rentang 2006–2010 melalui beasiswa penuh.
Dari riset disertasinya tentang daya saing berkelanjutan perusahaan-perusahaan konstruksi besar di Indonesia, lahir sebuah buku tentang manajemen strategi di industri konstruksi.
Pendidikan tersebut menjadi fondasi penting bagi karier profesionalnya. Sapri tidak hanya tumbuh sebagai seorang insinyur, tetapi juga berkembang menjadi praktisi manajemen dan strategi bisnis. Ia pernah dipercaya menjadi komisaris PT Inovasi Benua Maritim dan menjadi penasihat PT Citra Transpor Nusantara.
Pengalaman akademik pun melengkapi kiprahnya. Sapri pernah menjadi pengajar pada bidang manajemen proyek di Universitas Indonesia. Kombinasi antara pengalaman lapangan, pendidikan manajemen proyek, riset strategis, serta pengalaman mengelola organisasi membuat perspektifnya tidak berhenti pada persoalan teknis, tetapi berkembang menuju bagaimana sebuah organisasi menciptakan nilai, membangun daya saing, dan bertahan menghadapi perubahan lingkungan bisnis.
Rekam Jejak di Kursi Eksekutif
Di dunia profesional, Sapri dikenal matang dalam strategi bisnis konstruksi dan infrastruktur. Ia pernah berkiprah di PT Wiratman sebagai spesialis manajemen strategi, terlibat dalam pengembangan proyek energi berbasis Independent Power Producer (IPP), serta skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Kepercayaan besar datang pada 2021, ketika ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Indah Karya (Persero) , setelah sebelumnya menjabat komisaris di PT Geomarindex. Ia juga tercatat aktif di American Society of Civil Engineers (ASCE) dan Persatuan Insinyur Indonesia dengan gelar Insinyur Profesional Utama (IPU) serta kini masih menjabat sebagai Deputy Ketua Umum PII bidang registrasi Insinyur dan Penegakan Kode Etik Insinyur periode 2024-2027.
Pengalaman memimpin PT Indah Karya memberikan ruang bagi Sapri untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman panjangnya dalam strategi korporasi, jasa konsultansi, konstruksi, serta pengembangan bisnis.
Kiprahnya juga memperlihatkan satu karakter yang konsisten: menghubungkan kompetensi keinsinyuran dengan kebutuhan manajemen dan tata kelola perusahaan.

Menjaga Pusaka: Nakhoda PERWIRA La Patau Matanna Tikka
Di luar ruang rapat korporasi, Sapri menyimpan sisi lain yang jarang tersorot: ia adalah Ketua Umum Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka (PERWIRA LPMT) — organisasi kekerabatan keturunan Raja Bone ke-16 yang bermarkas maya di laman lapatau.id, dengan moto “Merawat Tradisi, Menjalin Sinergi”.
Di bawah kepemimpinannya, PERWIRA LPMT tumbuh melampaui perkumpulan silaturahmi keluarga. Organisasi ini aktif menggerakkan agenda pemajuan kebudayaan: menggelar Rapat Kerja dan rapat koordinasi pengurus secara berkala, menyelenggarakan Silaturahmi Nasional, membangun kemitraan dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan, hingga menjadi motor perhelatan budaya Gau’ Maraja La Patau Matanna Tikka — festival yang berpindah tuan rumah dari Soppeng hingga Maros, dan pada 2026 diarahkan menjadi Festival Peradaban Agraris Bone.
Sapri sendiri kerap turun tangan sebagai penulis. Ia menuangkan gagasannya dalam sejumlah esai — mulai dari riwayat Gau’ Maraja sebagai platform pemajuan kebudayaan, gagasan “Simfoni Lumbung” yang menghubungkan geologi, pangan, budaya, dan pengembangan geopark, hingga kajian atas naskah-naskah lontaraq Bugis, termasuk koleksi manuskrip yang tersimpan di Berlin, Jerman.
Menariknya, ada benang merah yang tak disengaja antara amanah kulturalnya dan jabatan barunya.
Salah satu tema besar yang diangkat PERWIRA LPMT tahun ini justru “spirit pangan” La Patau Matanna Tikka : bagaimana raja abad ke-17 itu membangun ketahanan pangan Bone di tengah gejolak geopolitik.
Kini, keturunannya bekerja di lini yang sama, dengan instrumen yang berbeda: rantai logistik pangan nasional.
Amanah Baru di Jantung Logistik Pangan
Penunjukan Sapri di JPLogistics menempatkannya pada titik strategis: pengembangan usaha perusahaan logistik yang menopang distribusi komoditas pangan nasional Perum Bulog.
Perseroan ini bergerak dari pergudangan, angkutan barang, hingga pengiriman proyek — lini yang sangat menentukan kelancaran penyebaran stok pangan ke seluruh wilayah Indonesia.
Dengan latar belakang teknik, manajemen proyek, strategi korporasi, pengalaman BUMN, serta jejaring profesional yang luas, Sapri membawa modal pengalaman yang cukup kuat untuk menjalankan mandat tersebut.
Lebih jauh, posisi pengembangan usaha pada perusahaan logistik pangan memiliki arti strategis. Logistik bukan sekadar persoalan memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain.
Dalam ekosistem pangan nasional, logistik menyangkut efisiensi distribusi, keandalan rantai pasok, pemanfaatan infrastruktur, pengelolaan pergudangan, konektivitas antardaerah, serta kemampuan perusahaan menciptakan nilai tambah.
Karena itu, tantangan Sapri ke depan bukan hanya bagaimana meningkatkan kinerja bisnis JPLB, tetapi juga bagaimana menjadikan pengembangan usaha sebagai instrumen untuk memperkuat ekosistem logistik nasional.
Pengalaman panjangnya di dunia konstruksi dan manajemen dapat menjadi modal untuk melihat bisnis secara lebih terintegrasi, dari infrastruktur hingga rantai pasok dan dari efisiensi operasional hingga strategi pertumbuhan.
Sapri tampak nyaman berpindah antara tiga dunia: korporasi, alumni, dan kebudayaan. Sebagai Ketua Umum IKATEK Unhas, ia konsisten mendorong transformasi organisasi alumni melalui digitalisasi, penguatan basis data alumni, dan perluasan jejaring lintas sektor.
Baginya, organisasi alumni bukan sekadar wadah silaturahmi, melainkan kekuatan profesional yang menghadirkan karya nyata bagi masyarakat.
Kini, dari ruang rapat perusahaan logistik pelat merah, alumnus Teknik Sipil Unhas itu punya panggung baru untuk membuktikan tesis lamanya: bahwa strategi yang baik selalu dimulai dari kemampuan membaca arah zaman.






