Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (Ikatek Unhas) mulai menjadikan olahraga padel sebagai medium baru untuk mempererat hubungan antaralumni.
Untuk pertama kalinya, organisasi tersebut menyelenggarakan turnamen sekaligus fun game bertajuk Padel Kozonk Sembilan di Lapangan Core Padel, Jalan Sungai Saddang, Makassar, pada Selasa malam (24/3/2026).
Kegiatan ini tidak semata berorientasi pada olahraga. Ikatek Unhas juga menjadikannya sebagai langkah awal dalam pembentukan badan otonom baru bernama Komunitas Padel Kozonk Sembilan.
Ajang perdana ini diikuti oleh 150 peserta, dengan 32 pasangan atau tim yang berkompetisi. Para peserta berasal dari berbagai generasi, mulai dari alumni senior hingga alumni muda.
Rentang angkatan yang terlibat pun cukup luas, dari lulusan tahun 1983 hingga angkatan 2020. Hal ini menunjukkan bahwa padel mampu menjadi olahraga yang menjembatani perbedaan usia dan generasi.
Ketua Komunitas Padel Kozonk Sembilan, Muhammad Yasser, menyampaikan bahwa pembentukan badan otonom ini bertujuan agar aktivitas padel di lingkungan Ikatek Unhas dapat lebih terorganisir.
Selama ini, menurutnya, para alumni yang rutin bermain padel belum memiliki wadah khusus yang menaungi kegiatan tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami akan membentuk badan otonom Padel Kozonk Sembilan di bawah Ikatek Unhas, agar bisa lebih fokus mewadahi rekan-rekan yang aktif bermain padel,” jelas Yasser.
Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan harapan Ketua Ikatek untuk meningkatkan keterlibatan alumni muda. Selama ini, berbagai kegiatan organisasi masih didominasi oleh alumni senior, dan kehadiran padel diharapkan mampu menghadirkan dinamika baru.
Menurut Yasser, padel kini tengah populer di berbagai kalangan, baik alumni kampus Tamalanrea maupun Gowa. Hal ini terlihat dari partisipasi alumni angkatan 2015 hingga 2020, yang turut meramaikan kegiatan, berdampingan dengan alumni angkatan 1983.
Bagi Ikatek Unhas, turnamen ini menjadi pintu masuk untuk memperluas partisipasi alumni melalui pendekatan yang lebih santai dan inklusif.
Kehadiran Komunitas Padel Kozonk Sembilan diharapkan tidak hanya mendorong perkembangan olahraga padel di kalangan alumni teknik, tetapi juga menjadi ruang pemersatu lintas generasi. Dari lapangan padel, Ikatek tampak tengah merawat kebersamaan organisasi dengan cara yang lebih segar dan relevan.
tambahkan tanggapan ketua IKA Teknik Unhas, Ir. M. Sapri Pamulu, IPU, PhD serta berikan 5 opsi judul yg menarik
Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (Ikatek Unhas) mulai memanfaatkan olahraga padel sebagai medium baru untuk mempererat jejaring antaralumni.
Untuk pertama kalinya, organisasi ini menggelar turnamen dan fun game bertajuk Padel Kozonk Sembilan di Lapangan Core Padel, Jalan Sungai Saddang, Makassar, pada Selasa malam (24/3/2026).
Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada olahraga semata. Ikatek Unhas juga menjadikannya sebagai langkah awal dalam membentuk badan otonom baru bernama Komunitas Padel Kozonk Sembilan.
Ajang perdana tersebut diikuti oleh 150 peserta, dengan 32 pasangan atau tim yang turut berkompetisi. Para peserta berasal dari berbagai generasi, mulai dari alumni senior hingga alumni muda.
Rentang angkatan yang terlibat pun cukup luas, dari alumni tahun 1983 hingga angkatan 2020. Hal ini memperlihatkan bahwa padel mampu menjadi olahraga yang menjembatani perbedaan usia dan generasi.
Ketua Komunitas Padel Kozonk Sembilan, Muhammad Yasser, menjelaskan bahwa pembentukan badan otonom ini bertujuan agar aktivitas padel di lingkungan Ikatek Unhas dapat lebih terarah dan terorganisir.
Selama ini, menurutnya, para alumni yang rutin bermain padel belum memiliki wadah khusus yang menaungi kegiatan tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami akan membentuk badan otonom Padel Kozonk Sembilan di bawah Ikatek Unhas, agar bisa lebih fokus mewadahi rekan-rekan yang aktif bermain padel,” ujar Yasser.
Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini selaras dengan harapan Ketua Ikatek agar kegiatan organisasi semakin melibatkan alumni muda. Selama ini, sejumlah agenda masih didominasi oleh alumni senior, dan padel menjadi ruang baru yang lebih inklusif.
Menurut Yasser, padel kini tengah diminati berbagai kalangan, baik alumni kampus Tamalanrea maupun Gowa. Hal ini terlihat dari partisipasi alumni angkatan 2015 hingga 2020, yang turut meramaikan kegiatan bersama alumni angkatan 1983.
Sementara itu, Ketua IKA Teknik Unhas, Ir. M. Sapri Pamulu, menyambut positif inisiatif tersebut sebagai langkah inovatif dalam memperkuat solidaritas alumni.
Ia menilai bahwa pendekatan melalui olahraga seperti padel mampu menciptakan ruang interaksi yang lebih cair dan egaliter di antara alumni lintas generasi.
“Ini adalah terobosan yang sangat baik. Ikatek tidak hanya menjadi wadah formal, tetapi juga ruang kebersamaan yang hidup. Melalui padel, kita melihat energi baru dari alumni muda tanpa meninggalkan peran penting alumni senior,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap Komunitas Padel Kozonk Sembilan dapat berkembang menjadi salah satu motor penggerak kegiatan alumni yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Bagi Ikatek Unhas, turnamen ini menjadi pintu masuk untuk memperluas partisipasi alumni melalui pendekatan yang lebih santai dan akrab.
Kehadiran Komunitas Padel Kozonk Sembilan diharapkan tidak hanya mendorong perkembangan olahraga padel di kalangan alumni teknik, tetapi juga menjadi ruang pemersatu lintas generasi. Dari lapangan padel, Ikatek tampak tengah merawat organisasi dengan cara yang lebih segar dan relevan.






