SULBAR99NEWS.COM-MAMUJU, Gempa bumi yang menimpa Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, meninggalkan luka mendalam. Trauma, depresi, perasaan tertekan dan was-was tentu menyelimuti, apalagi pada mereka yang masih anak-anak. Ini karena mereka belum mampu mengontrol emosi sepenuhnya.
Menurut Helpguide, emosi yang intens, membingungkan, dan menakutkan wajar terjadi pada anak-anak setelah menyaksikan langsung bencana alam. Trauma memang bisa timbul, entah karena mereka secara langsung mengalami peristiwa traumatis atau berulang kali melihat gambar-gambar media yang mengerikan setelah kejadian.
Merespon hal tersebut Relawan IKATEK-UH dan BERSAMA BERBAGI terus melakukan kegiatan Trauma Healing untuk mencegah terjadinya Trauma berkepanjangan atau Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), Rabu (9/2/2021).
Melalui kegiatan Mengaji dengan metode Iqro dan Dirosa, Lomba mewarnai, menggunting dan menempel, Games Anak Sholeh dan cerita-cerita Sejarah kejayaan Islam.
Salah satu anak korban Gempa, Fitri mengatakan bahwa dia masih takut untuk tidur didalam rumah, dia mengisahkan bahwa pada saat malam kejadian semua terasa seperti di goyang keras. “Pusing kepalaku ustad terus tiba-tiba roboh semua dinding rumahku kami berlarian sekeluarga,” imbuhnya.

Olehnya itu, Ikatek Unhas mengajak masyarakat untuk mendukung kegiatan Trauma Healing ini agar tidak ada lagi Fitri-fitri yang lain yang masih mengalami Trauma pasca Gempa.
Kebutuhan Kegiatan Trauma Healing sebagai berikut :
- Permainan
- Crayon, Pinsil, penghapus
- Buku Gambar
- Buku mewarnai
- Balon
- Puzzle
- Mobil-mobilan,
- dll
Donasi dapat ditransfer melalui
Bank BNI ?(009)
No. Rek. 889-9699-696
A.n IKATEK 96 UH
Konfirmasi transferan melalui
BERSAMA BERBAGI CALL CENTER
081 340 734 686