Bahas Pembangunan Maritim, ISP UNHAS Gelar Musyawarah Umum di Bogor

11411956_1008434399167161_4289722059170054969_oJMOL – Ikatan Sarjana Perkapalan Universitas Hassanudin (ISP Unhas) akan menggelar musyawarah umum di Hotel Harris, Sentul, Bogor pada 15 – 17 Agustus 2015 mendatang. Berdasarkan siaran pers yang diterima oleh Jurnal Maritim, musyawarah umun tersebut dirangkai oleh beberapa kegiatan seperti Seminar Nasional dengan tema ‘Mau Dibawa Kemana Industri Maritim Kita’, Lokakarya Akademik, dan Silaturahmi Akbar. Jurusan Teknik Perkapalan UNHAS berdiri pada 8 September 1960 melalui SK No. 88130/S yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang selalu dilaksanakan di Makassar, tempat di mana Kampus Unhas berada, tahun ini sengaja dilaksanakan di luar Makassar, yakni di Bogor mengingat alumni Perkapalan Unhas telah tersebar baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Menurut DPP ISP Unhas, sebelum penyelenggaraan perhelatan akbar ini, pihaknya melakukan berbagai pertemuan dengan pemerintah, diantaranya Kemenko bidang kemaritiman dan Kementerian Perindustrian, guna mendiskusikan masalah terkini di bidang pembangunan industri maritim.

Dalam rangkaian Musyawarah Umum, akan digelar Seminar Nasional bertajuk ‘Mau Dibawa Kemana Industri Maritim Kita’,. Seminar akan membahas strategi peningkatan daya saing industri perkapalan nasional.

Seminar akan mengupas beberapa opsi strategi peningkatan daya saing industri perkapalan nasional, antara lain  insentif fiskal, desain dan rekayasa kapal melalui pemberdayaan Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional (PDRKN), penguatan struktur industri perkapalan melalui program bimbingan teknis dan sertifikasi untuk industri komponen kapal.

Saat ini, terdapat sekitar 250 perusahaan galangan dalam negeri yang tersebar di Indonesia. Tercatat 45 galangan berada di pulau Jawa, 70 galangan di Batam, 28 galangan di Sumatera, 37 galangan di Kalimantan, 12 galangan di Bali dan Nusa Tenggara, 22 galangan berada di kawasan timur Indonesia. Hanya sekitar 10 perusahaan yang memiliki kapasitas produksi diatas 10.000 DWT dengan fasilitas “graving dock” terbesar mencapai 300.000 DWT.

Di Bogor nanti juga akan digelar Lokakarya dengan tema kesiapan SDM dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Lokakarya akan diikuti oleh para dosen atau tenaga pengajar dari Jurusan Perkapalan FT Unhas dan alumni dari berbagai bidang yang telah ikut berpartisipasi dalam mengembangkan kemaritiman dan memiliki ide dan gagasan berupa konsep tentang pemutakhiran kurikulum.

Silaturahmi Akbar akan menjadi puncak acara. Akan dihadiri oleh seluruh Alumni Sarjana Perkapalan Universitas Hasanuddin yang tersebar baik di Indonesia maupun luar negeri. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi antara sesama alumni mulai dari lulusan pertama hingga lulusan terakhir, lintas, dan dari berbagai bidang pekerjaan. [AN]

Dikutip dari Jurnal Maritim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *